LAPORAN AKHIR INDIVIDU
MAHASISWA KKN UNIB PERIODE 79 (KELOMPOK 08)
DI DESA RIMBO RECAP
KECAMATAN CURUP SELATAN
PELATIHAN PEMBUATAN MAJALAH DINDING UNTUK MENINGKATKAN
KREATIFITAS DAN MINAT BACA
NAMA : NORA HUTASOIT
NPM : D1E01033
UNIVERSITAS BENGKULU
JULI-AGUSTUS 2016
LEMBAR PENGESAHAN
PROGRAM KERJA PERORANGAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS BENGKULU
PERIODE 79
|
Judul Kegiatan
|
:
|
Kuliah Kerja Nyata
|
|
Bidang Kegiatan
|
:
|
Pelatihan Majalah Dinding
|
|
Sifat Kegiatan
|
:
|
Non Fisik dan Fisik
|
|
Kelompok Sasaran
|
:
|
Siswa Kelas VI
|
|
Lokasi Kegiatan
|
:
|
SD Muhammadiyah 05 Rimbo Recap
|
|
Lembaga Mitra
|
:
|
SD Muhammadiyah 05 Rimbo Recap
|
|
Pelaksana Kegiatan
|
:
|
Nora Hutasoit
|
|
NPM
|
:
|
D1E013033
|
|
No.hp/email
|
:
|
085370018460/Hutasoitnora219@gmail.com
|
|
Waktu Pelaksanaan
|
:
|
11 Juli-31 Agustus 2016
|
|
Biaya yang digunakan
|
:
|
Rp. 50.000
|
|
Sumber Biaya
|
:
|
Mahasiswa KKN
|
Desa Rimbo Recap, Agustus
2016
|
Menyetujui
Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. Ir. Ridwan Yahya,
M.Sc
196805111993031011
|
Koordinator Pelaksana
Nora Hutasoit
NPM.D1E013033
|
|
Mengetahui,
Kepala Desa Rimbo Recap
RUHIYAT
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan laporan akhir Individu KKN ini hingga selesai. Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai salah satu pedoman persyaratan untuk mencapai target akhir dari evaluasi program KKN selama bulan sejak tanggal 01 Juli – 31 Agustus
2016.
Laporan ini disusun berdasarkan pada data-data
yang bersumber dari pengamatan langsung maupun diskusi langsung dengan masyarakat desa tersebut.
Pada kesempatan ini saya selaku Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata
(KKN) di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong dengan segala kerendahan hati menyampaikan penghargaan dan rasa terimakasih yang
mendalam kepada :
- Bapak Dr. Ridwan Nurazi, SE.,M.Sc Selaku Rektor Universitas Bengkulu
- Bapak NH. Jaya Putra, S.Sos, MPSSp Selaku Ketua P3KKN UNIB
- Bapak Dr. Ir. Ridwan Yahya, M.Sc Selaku Dosen Pembimbing Lapangan
- Bapak Camat Kecamatan Curup Selatan
- Bapak Ruhiyat Selaku Kepala Desa Rimbo Recap
- Bapak Yudi Irawan Selaku Pjs. Kepala DEsa Rimbo Recap
- Orangtua dan keluarga saya yang senantasa mendukung baik dari segi Moril dan Materi.
- Rekan rekan kelompok 08 (Edol, Ely,Rahmi,Sendang,Lizza,Lia dan Ria)
- Dan semua pihak yang telah membantu sehingga penulisan laporan akhir ini dapat terselesaikan, semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dan mendapat ridho-Nya. Amin.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan
individu ini masih terdapat kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyusunan.
Untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapakan.
Akhirnya Penulis berharap semoga laporan akhir ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi semua pihak.
Bengkulu, September 2016
Penulis
PELATIHAN PEMBUATAN MAJALAH DINDING UNTUK MENINGKATKAN
KREATIFITAS DAN MINAT BACA
Nora Hutasoit
Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu
Jalan Raya W.R. Supratman, Kandang Limun,
Bengkulu, 38371A
Email : hutasoitnora219@gmail.com
BAB I
PENDAHULUAN
Komunikasi adalah proses
penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun
tidak langsung secara tulisan melalui media (Onong, 2003;79).
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi-informasi, pesan-pesan
gagasan-gagasan atau pengertian-pengertian, dengan menggunakan lambang-lambang
yang mengandung arti atau makna, baik secara verbal maupun nonverbal dari
seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lainnya
dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian dan/atau kesepakatan
bersama. Pada umumnya kalau kita
berbicara di kalangan masyarakat, yang digunakan adalah media komunikasi
tersebut.
Mading merupakan media massa di suatu sekolah. Majalah dinding adalah
suatu media yang berperan sebagai sarana/tempat informasi tentang ilmu
pengetahuan dari berbagai sumber yang isinya sangat beragam dan merupakan hasil
kreativitas dari siswa, buah pemikiran guru maupun karya-karya kreatif dan
informasi lainnya.
Kreativitas merupakan kemampuan
untuk mencipta daya cipta. (Menurut kamus besar bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php) Majalah dinding diharapkan mampu memberikan
informasi yang bermanfaat bagi siswa/i ataupun para guru dan pembaca, agar
lebih mudah dan murah untuk memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Majalah
Dinding sangat penting bagi Siswa/I untuk merangsang kreativitas dan
meningkatkan kemampuan menulis dan keinginan untuk membaca, karena tampilan Majalah
Dinding yang dibuat se-menarik mungkin
Pada dasarnya banyak siswa yang memiliki potensi untuk menulis, hanya
saja potensinya belum terasah karena tidak ada upaya untuk meningkatkan
keterampilan mereka dan tidak ada media sebagai tempat untuk menyalurkan ide,
gagasan dan kreativitasnya. Dengan kondisi yang demikian perlu ada upaya untuk
meningkatkan kemampuan menulis bagi siswa dan sekaligus membangun budaya baca
dan salah satu cara adalah dengan menerbitkan majalah dinding sebagai alat
bantu pengajaran dan pembinaan yang diharapkan dapat merangsang kreativitas
siswa.
Dengan keberadaan mading, berbagai informasi yang berkembang, bisa
diinformasikan. Bahkan, bisa dijadikan media pembelajaran bagi guru. Misalnya,
guru memberikan tugas kepada siswa melalui mading. Perkembangan IPTEK, mengenai
atlet pelajar, tentang beasiswa, pengumuman kenaikan kelas, pengumuman murid
terbaik, murid teladan, pramuka, puisi, sajak, artikel dan cerpen.
Adanya mading di sekolah ibarat api unggun yang tidak akan padam selama kreativitas
masyarakat sekolah selalu ada. Kehadiran mading banyak memberikan informasi
yang bermanfaat kepada siswa. Mading diharapkan supaya guru, siswa, karyawan
dan lain-lain bisa mengetahui lebih cepat dan lebih luas tentang informasi yang
ada di sekolah maupun informasi lainnya terutama informasi pendidikan.
Dari uraian diatas maka alasan saya menjalankan program kerja ini adalah
supaya di SD Muhammadiyah 05 Rimbo Recap ada suatu media yang menghubungkan
antara warga sekolah, dan melihat dari kondisi bahwa mading di SD Muhammadiyah
05 Rimbo Recap tidak ada dan juga siswa disana cukup kreatif dan meyambut baik program
kerja saya, sehingga kemampuan dan kreatifitas siswa semakin meningkat.
Tujuan dari Kegiatan ini adalah memberi pengetahuan kepada Siswa SD
Muhammadiyah 05 Rimbo Recap akan pentingnya sebuah media, dimana majalah
dinding ini adalah sebuah media komunikasi massa tulis yang paling sederhana.
Dimana dalam Pembuatan Majalah Dinding ini diharapkan para siswa dapat
menyalurkan bakat serta hobinya yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa serta
dapat menumbuhkan minat baca siswa. Dengan membaca mading, diharapkan para
siswa dapat mengetahui lebih cepat informasi internal dan eksternal tentang
perkembangan dunia pendidikan. Selain itu, juga dapat menjadi jembatan
informasi antara guru dengan siswa, guru dan kepala sekolah. Bahkan tidak
tertutup kemungkinan, mading menjadi jembatan sekolah dengan masyarakat sekitar
Kegiatan pelatihan ini akan di laksanakan di SD Muhammadiyah 05 Rimbo
Recap dengan mengambil kelompok sasaran siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 05 Rimbo
Recap.
BAB II
METODE PELAKSANAAN
Waktu dan Tempat
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25-27 Juli s/d 1-3Agustus 2016 di Desa Rimbo Recap, Kecamatan
Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.
Tahapan-tahapan
kegiatan
-
Tahap Pertama
Dilakukan tahap Observasi dengan melakukan pengamatan langsung untuk
memperoleh berbagai data dan informasi yang ada di Desa Rimbo Recap.
Waktu
pelaksanaan : 25 Juli 2016
-
Tahap Kedua
Penyampain
Materi tentang Pengenalan dan definisi mading dan Pengenalan tentang penerbitan
sekolah
Waktu
pelaksanaan : 26 Juli 2016
-
Tahap Ketiga
Penyampaian
Manfaat majalah dinding yang dilakukan di SD MUHAMMADIYAH 05
Waktu
pelaksanaan : 27 Juli 2016
-
Tahap Keempat
Pengenalan
Bentuk Fisik dan garis mading
Waktu
pelaksanaan : 1 Agustus 2016
-
Tahap Kelima
Pengenalan
Layout majalah dinding
Waktu
pelaksanaan : 2 Agustus 2016
-
Tahap Keenam
Pembuatan majalah mading
Waktu
pelaksanaan : 3 Agustus 2016
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
|
No.
|
Topik Diskusi
|
Alokasi Waktu Kegiatan
|
|||||||
|
Juli
(Minggu Ke )
|
Agustus
(Minggu Ke)
|
||||||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
II
|
IV
|
||
|
1
|
Pengenalan dan definisi mading
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Pengenalan tentang penerbitan sekolah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Manfaat majalah dinding
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Bentuk Fisik dan garis mading
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Layout majalah dinding
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Pembuatan majalah mading
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengenalan dan Defenisi Majalah Dinding
Gambar 3.1 Penyampain Materi Pengenalan dan Defenisi Majalah Dinding
Pada pertemuan ini mencoba memperkenalkan Majalah dinding kepada siswa/I,
menyampaikan defenisi Mading agar nantinya mereka mempunyai wawasan baru
tentang majalah dinding.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
; Mading merupakan media massa di suatu sekolah. Majalah dinding adalah suatu
media yang berperan sebagai sarana/tempat informasi tentang ilmu pengetahuan
dari berbagai sumber yang isinya sangat beragam dan merupakan hasil kreativitas
dari siswa, buah pemikiran guru maupun karya-karya kreatif dan informasi
lainnya. Kreativitas merupakan kemampuan untuk mencipta, daya cipta.
Dengan membaca mading, diharapkan para pelajar dapat mengetahui lebih
cepat informasi internal dan eksternal tentang perkembangan dunia pendidikan.
Fungsi mading sebagai media, juga dapat menjadi jembatan informasi antara guru
dengan siswa, guru dan kepala sekolah. Bahkan tidak tertutup kemungkinan,
mading menjadi jembatan sekolah dengan masyarakat sekitar
Pengenalan tentang penerbitan sekolah
Gambar 3.2 Penyampaian Materi tentang Pengenalan tentang penerbitan
sekolah
Pada
dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak
dan elektronik). Sebab, pada awal perkembangannya, komunikasi massa berasal
dari pengembangan kata media of mass communication (media komunikasi massa).
Media massa apa? Media massa (atau saluran) yang dihasilkan oleh teknologi
modern.
Penerbitan sekolah merupakan salah satu wadah penyaluran minat untuk
mengasah potensi menulis, yang jelas jika kita adalah salah satu pengelola
penerbitan sekolah, kita memiliki ruang yang lebih leluasa untuk mengembangkan
kreativitas (Mulyoto, 2007: 1-2)
Penerbitan sekolah bisa bermacam-macam bentuknya, bisa berupa buletin,
majalah, koran, tabloid bahkan majalah dinding. Masing-masing bentuk memiliki
kelemahan dan kelebihan. Bentuk paling sederhana adalah majalah dinding, bentuk
ini dapat dikatakan paling murah biayanya dan paling praktis pembuatannya.
Manfaat majalah dinding
Gambar 3.3 Penyampaian Materi Tentang Manfaat Majalah dinding
Majalah dinding yang ada di
sekolah memberikan beberapa manfaat, yaitu :
1. Sebagai media komunikasi
Majalah dinding yang
dipasang di sekolah merupakan media komunikasi yang termurah untuk menciptakan
komunikasi antar warga sekolah. Melalui majalah dinding setiap warga sekolah
dapat menuangkan gagasan dan idenya melalui berbagai macam ragam tulisan
sehingga dapat dibaca oleh warga sekolah yang lain. Pemasangan majalah dinding
merupakan komunikasi yang praktis mengingat bahan dan volume tulisan dapat
diatur secara elastis, disesuaikan dengan tema dan kondisi atau keperluan yang
aktual. Bila tema atau isu yang berkembang masalah lingkungan
hidup, sangat mungkin
majalah dinding yang ada di sekolah akan lebih banyak didominasi oleh tulisan,
gambar, puisi, cerpen dan lain-lain yang berisi tentang lingkungan hidup.
Dengan adanya majalah dinding, bermacam informasi dapat disebarkan secara mudah
ke seluruh wilayah sekolah tersebut dan akan banyak hal yang semula tidak
diketahui akhirnya menjadi perbendaharaan pengetahuan, baik yang bersifat
praktis maupun yang perlu perenungan.
2. Sebagai media
kreativitas
Siswa sebagai anak muda
tidak pernah sepi dan kaya dengan kreativitas, termasuk aktivitas ekpresi
tulis. Melalui karya tulis pada majalah dinding dapat memberikan manfaat ganda,
yaitu (a) dari sisi penulis, majalah dinding merupakan tempat untuk
mencurahkan berbagai macam ide, beragam gagasan,pikiran,daya cipta bahkan
fantasi yang mengiringi perkembangan jiwanya perlu penyaluran dan media untuk
menuangkannya. Oleh sebab itu majalah dinding merupakan wadah kreativitas bagi
siswa karena didukung oleh sifatnya yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang
murah, (b) dari sisi pembaca akan mendapatkan penyaluran yang berkaitan
dengan keinginan, cita-cita, kecintaan, kerinduan, keprihatinan dan berbagai
pikiran lain yang tidak dapat disalurkannya sendiri . Dengan membaca
tulisan-tulisan teman atau orang lain, terlepaslah ia dari berbagai gejolak yang
ada dalam dirinya. Majalah dinding dapat menjadi tuangan aspirasi diri bagi
pembaca yang telah dituliskan oleh orang lain dan menjadi sarana bersama
penulisnya untuk berpendapat tentang sesuatu, berkeinginan,berkomentar,
berolok-olok, mengkritik serta masih banyak lagi yang lain.
3. Sebagai media untuk
meningkatkan keterampilan menulis
Melalui majalah dinding,
setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk melatih diri dalam membuat
tulisan. Kebiasaan dan keterampilan menulis tidak terjadi dalam seketika atau
secara otomatis, melainkan terjadi melalui proses pembelajaran dan latihan.
Siswa yang memiliki kebiasaan dan keterampilan menulis, cenderung memiliki
wawasan dan cara berpikir yang sistematis, kritis dan analitis.
4. Sebagai media untuk
membangun kebiasaan membaca
Jika majalah dinding
dikemas dengan baik , akan dapat menarik perhatian siswa untuk melihat dan
membacanya sehingga majalah dinding dapat dipakai sebagai satu media untuk
meningkatkan kebiasaan membaca. Jika hal tersebut terjadi, maka majalah dinding
tidak akan pernah sepi dari siswa-siswa yang akan membacanya dan terbuka
peluang bagi siswa tidak hanya sekedar untuk membaca, namun dapatmenimbulkan
insipirasi bagi siswa untuk menuangkan gagasan, ide dan kreativitasnyadalam
majalah dinding. Dengan demikian siswa tidak hanya sebagai pembaca tetapi juga
sebagai penulis.
5. Sebagai pengisi
waktu
Majalah dinding dapat
dimanfaatkan sebagai satu sarana oleh siswa untuk mengisi waktu luangnya, di
saat ada jam-jam kosong atau pada saat istirahat dan selesai mengikuti semua
pelajaran. Waktu-waktu luang dapat dimanfatkan oleh siswa dengan membaca
berbagai macam tulisan yang dapat memperkaya pengetahuan dan wawasannya.
6. Sebagai media untuk
melatih kecerdasan berpikir
Majalah dinding dapat
membangkitkan gairah siswa untuk mencari bacaan lain lewat “ umpan “ yang
disajikan dalam majalah dinding. Sangat mungkin sajian-sajian majalah dinding
itu belum sepenuhnya memenuhi selera pembacanya. Hal ini akan menjadikan
majalah dinding berperan sebagai perangsang bagi siswa untuk mencari bahan
bacaan lain yang lebih lengkap. Kebiasaan membaca akan menambah pengetahuan
siswa dalam berbagai bidang. Semakin banyak membaca, pengetahuan siswa akan
bertambah dan secara tidak langsung akan menjadi pendorong bertambahnya
kecerdasan siswa. Dengan demikian majalah dinding berperan sebagai “ terminal
awal “ yang dapat menjembatani lahirnya pengetahuan, ketangkasan berpikir dan
terbentuknya kecerdasan.
7. Sebagai media untuk
melatih berorganisasi
Penyelenggaraan majalah
dinding jelas merupakan kerja tim yang membutuhkan proses perencanaan,
pengorganisasian dan pengawasan. Oleh sebab itu diperlukan suatu keterampilan
untuk berorganisasi sebagai satu wadah untuk mencapai tujuan. Penyelenggaraan
majalah dinding merupakan perwujudan kerja tim atau kerja kelompok yang perlu
saling mematuhi kesepakatan, aturan yang telah ditetapkan, kedisiplinan diri
dan kesungguhan bekerja. Ada tiga faktor pendukung dalam menyelenggarakan
majalah dinding.
Bentuk Fisik majalah dinding
Gambar 3.4 Pengenalan
Bentuk Fisik majalah dinding
Bentuk fisik majalah dinding biasanya berwujud
triplek, partikel, karton maupun bentuk lain dengan ukuran yang bervariasi
misalnya yang tergolong relatif besar adalah 120 cm X 240 cm. Bahan yang
disajikan dalam majalah dinding dapat berwujud tulisan, gambar, atau kombinasi
dari keduanya. Materi majalah dinding disusun secara variatif dan harmonis
sehingga secara keseluruhan perwajahan majalah dinding tampak menarik dalam
bentuk kolom-kolom, bermacam-macam hasil karya seperti lukisan, vinyet,
teka-teki silang, karikatur, cerita bergambar, puisi, cerpen dan lain-lain
Majalah dinding merupakan ragam pers khusus yang dipakai di lingkungan
sekolah. Isi yang disajikan tidak berbeda jauh dengan isi majalah sekolah yang
lain. Garis besar majalah dinding menurut Widayati (1996) meliputi : (1) rubrik
tajuk rencana atau editorial, (2) rubrik pemberitaan, (3) rubrik karya ilmiah
atau featurue, (4) rubrik kreatif sastra, dan (5) rubrik umum
Layout majalah dinding
Gambar 3.5 Layout Mading
Agar penampilan mading
yang kita suguhkan kepada pembaca selalu tampak menarik, tentu saja perlu kita
poles dengan wajah yang cantik. Kita tata kolom demi kolom sedemikian rupa,
agar menghasilkan tataletak yang cukup memikat. Dengan wajah dan tatanan yang
cantik ini diharapkan anak-anak tidak cepat merasa bosan untuk terus
membacanya. Sehingga kehadiran majalah dinding kita tak sia-sia. Majalah
dinding kita mendapat tanggapan baik dari pembaca (anak-anak).
Keunikan Majalah Dinding
yang tidak dimiliki oleh media lain, adalah dari segi pengaturan Layout Mading.
Ada dua kali penataan layout Majalah Dinding;
pertama, perancangan
ketika pengetikan (untuk yang dikerjakan dengan computer) atau penulisan (untuk
yang ditulis dengan tangan).
Kedua, perancangan susunan
di majalah Dinding. Ada 5 urutan kerja yang penting untuk diikuti:
1. membuat
sketsa penempelan tulisan-tulisan di makjalah dinding sebagai acuan utama
perancangan dan penempelan.
Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat sketsa ini:
© ukuran
Majalah Dinding
© ukuran
Kertas
© jumlah
artikel yang hendak di tampilkan
© gambar
dan aksesoris lain
© ruang
kosong
2. pengetikan,
ukuran huruf, perpaduan antar lembaran
3. pemilihan
warna dan aksesoris
4. penempelan
yang cermat
5. penempatan
madding
© ketinggian
© pencahayaan
© ruang
baca (mampu memberikan kenyamanan tersindiri dalam membaca Majalah Dinding)
Pembuatan majalah mading
Gambar 3.6 Pembuatan
majalah dinding
Gambar 3.7 Hasil Pembuatan Majalah Dinding oleh Siswa/I
SD Muhammadiyah 05 Rimbo Recap
Gambar 3.8 Hasil Pembuatan Majalah Dinding oleh Siswa/I
SD Muhammadiyah 05 Rimbo Recap
Alat dan Bahan
yang diperlukan untuk membuat mading:
1. Kertas
Karton atau triplek
2. Gunting
3. Lem
kertas atau Necis
4. Pensil
warna atau Spidol
5. Lakban
6. Penggaris
7. Kertas
origami
Mading sebenarnya bisa menjadi media yang sangat efektif dalam
menyebarkan informasi jika kita memperhatikan aspek-aspek pengelolaannya dengan
cermat untuk kemudian merancang sebuah pengelolaan yang professional. Mengingat
keberadaan mading sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun
guru, maka hendaknya mading sekolah dikelola secara baik agar tetap eksis.
Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan mading akan selalu dapat terbit pada
waktunya dengan tema-tema dan tampilan-tampilan yang menarik.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari kegiatan yang telah
dilakukan tentang Pelatihan Pembuatan Majalah Dinding untuk meningkatkan
Kreatifitas Minat Baca di SD Muhammadiyah 05 Rimbo Recap dapat saya simpulkan
bahwa siswa/I menjadi semakin kreatif dan kemampuan menulis serta bakat mereka
dapat tersalur melalui pembuatan majalah dinding ini dan minat baca siswa juga
meningkat.
Saran
Sebaiknya kegiatan Pembuatan
Majalah Dinding ini tetap dilakukan supaya kemampuan siswa/I SD Muhammadiyah 05
Rimbo Recap semakin terasah dan mading juga dapat dimanfaat kan sebagai media
Komunikasi disekolah baik itu antar sesama siswa maupun sesame guru atauun
siswa dengan guru.
DAFTAR
PUSTAKA
Widyastuti, Amalia. 2011 Majalah dinding dan tindakan berkreasi (studi korelasional pengaruh
majalah
dinding terhadap tindakan berkreasi siswa di smp negeri 9 medan) Skripsi tidak dipublikasikan. Medan. UNIMED MEDAN
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php).
http://madingsekolahku.blogspot.com/2009/12/manfaat-majalah-dinding.html
Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas
Bengkulu Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Bengkulu ke 70 tahun 2013.
Universitas Bengkulu